Diduga Agus Purwanto kepala sekolah SMPN 16 DEPOK Menghindar saat konfirmasi dana Bos

    Agus purwanto

Lipsusnews.my.id

Ada ada saja kepala sekolah SMP Negeri 16 bapak Agus Purwanto M.PD saat konfirmasi terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana BOS anggaran tahun 2024 2025 awak media mengkonfirmasi adanya dugaan rekayasa adanya dugaan pada pembelian barang adanya laporan pembayaran listrik dan diduga tidak sesuai dengan hasil konfirmasi PLN kepala sekolah hanya menjawab sudah dilakukan dengan sesuai ketika awak media mengirimkan bukti-bukti invoice bukti-bukti lampiran berkas yang ditandatangani oleh yang bersangkutan bapak Agus Purwanto langsung memblokir wa.

Dugaan adanya rekayasa SPJ LPJ yang dilaporkan kepada kementerian pendidikan dan kebudayaan patut dicurigai di tenggarai adanya nota-nota lampiran pada spj adalah nota-nota yang bukan sebenarnya

Liputan khusus pewarta menelusuri adanya dugaan menguapnya anggaran dana BOS di SMP Negeri 16 kota Depok yang dikepalai oleh bapak Agus Purwanto hasil penelusuran awak media menemukan indikasi adanya kejanggalan yang pertama sekolah di tahun 2024 sebagai perbandingan untuk laporan pembayaran layanan daya dan internet pada tahap 1 dan 2 itu melaporkan telah membahayakan layanan listrik dan internet sebesar 80 jutaan namun dapat kita lihat pada arkas tahun 2025 pembayaran listrik dan internet menghabiskan anggaran 4 jutaan bila dikalikan dalam 12 bulan adalah 48 jutaan indikasi ini menguatkan bahwasanya laporan yang dibukukan pada buku kas umum terkait dengan pembayaran listrik dan internet berbeda dengan hasil kroscek pada PLN dan penyedia internet yang kedua adanya di tahun 2024 pengadaan atau pembelajaran perpustakaan tahun 2024 untuk tahap 1 dan 2 menelan anggaran sebesar 290 jutaan yang jadi pertanyaan awak media setiap pembelian buku terdapat cash back di Depok atau pengembalian uang cashback mencapai 80 jutaan dscount yang tidak dilaporkan oleh sekolah ini adalah salah satu bentuk adanya dugaan gratifikasi yang tidak dilaporkan oleh SMP Negeri 16 terkait dengan pembelian buku

Kemudian pewarta juga menelusuri kepada warga setempat terkait dengan adanya dugaan LPJ pada pemeliharaan sarana dan prasarana di tahun 2024 menelan anggaran 280 jutaan lebih diyakini spj baik dari daftar honor tukang daftar hadir tukang hingga nota nota pembelian pada pembelian adalah syarat dengan rekayasa lampiran foto-foto pekerjaan dari nol hingga 100% adalah dokumentasi yang bukan pada saat tahun 2024

 

Kemudian awak media mengendarai pada tahun 2025 sekolah membeli 2 unit AC Sharp dengan harga invoice adalah 12 juta dengan penyedia Hannia gemilng dugaan adanya mark up harga pada pembelian AC dan dugaan adanya invoice dari penyedia yang kami duga menjadi penghasil invoice invoice di sekolah SMP Negeri Depok yang  diragukan kebenarannya

Awak media menghubungi kuasa pengguna anggaran sekolah bapak Agus Purwanto melalui nomor teleponnya Agus menjawab untuk pembayaran listrik kami tidak memakai token dan tidak ada cashback seperti yang dituduhkan,

Namun saat awak media memberikan bukti lampiran yang memperkuat adanya konfirmasi ini Agus Purwanto langsung memblok tanpa adanya pemberitahuan@sandi